44. Kehadiran Abs

1586 Kata

Malam itu, apartemen kami di Manhattan terasa seperti dunia kecil yang diciptakan hanya untuk kami berdua. Setelah semua badai berlalu, aku dan Mario akhirnya bisa menikmati waktu bersama tanpa gangguan, tanpa kekhawatiran. Saat kami melangkah ke dalam ruangan, ada kehangatan yang berbeda, sebuah keintiman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Mario menatapku dengan tatapan yang membuatku merasa seperti satu-satunya wanita di dunia ini. Tatapan itu penuh dengan cinta, tetapi juga dengan hasrat yang selama ini tertahan. Dia mendekat, mengambil tanganku dengan lembut, dan mengajakku menuju sofa besar yang menghadap ke jendela besar, di mana lampu-lampu kota New York berkelap-kelip seperti bintang-bintang yang jatuh ke bumi. Dia duduk, menarikku ke pangkuannya. Saat aku duduk di pangkuann

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN