"Ini punyamu!" Romeo mengulurkan sepatu hak tinggi yang sudah diberikan Vasko kepada Maudy sebelumnya. Mata Vasko menatapnya dengan kebingungan yang jelas. Ia menautkan alisnya, tak mengerti bagaimana heel yang seharusnya berada di tangan Maudy, malah kini ada di tangan Romeo. "Oh, aku tidak tahu kalau seorang CEO tidak menyukai sekertarisnya diberi hadiah oleh laki-laki lain," desis Vasko, sedikit kecewa. Ada nada sindiran dalam suaranya, namun itu lebih karena rasa ingin tahu yang menggelora di dalam dirinya. "Aku bukan hanya CEO-nya," jawab Romeo dengan nada yang lebih dalam, penuh penekanan. Ia berjalan ke sofa, duduk santai, lalu menyalakan rokok dengan gerakan yang sangat tenang, seolah tidak ada yang perlu dijelaskan lebih lanjut. Ia sudah lama tidak ke rumah Vasko, dan kali ini,