30. Putri penasaran

1926 Kata

"Bagaimana perutmu, Kak?" tanya Putri. Seperti biasa, Dewa akan selalu datang selepas maghrib. Sore tadi, Putri tidak tega melihat Dewa yang dipukuli seperti itu, jadi dia langsung pulang. Seandainya saja dia menolak usul Dewa untuk jalan-jalan setelah membeli buku, maka Dewa tidak akan mendapat hukuman. Putri merasa bersalah pada Dewa. "Tidak apa-apa. Tadi sudah aku beri obat. Mas Kris juga membantu mengobati punggungku." "Punggungmu juga??" "Hehe, iya. Sebenarnya seluruh tubuhku dipukuli. Tapi tidak apa-apa. Tenang saja. Ini sudah biasa." Dewa berusaha menenangkan Putri. Biasanya sewaktu berlatih di tingkat cabang, Dewa juga akan mendapatkan latihan serupa. Hanya saja pelatih di sana memilih untuk menendang perut. Dan hanya perut, tidak sampai sekujur tubuh. Alasannya jelas agar oto

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN