Ketika turun dari mobil Rayhan, Putri melihat ayahnya sudah berdiri di ambang pintu dan tersenyum lebar. Rayhan turun terlebih dulu lalu diikuti Putri. Rayhan tersenyum dan menyalami Guntur. Putri menyalami Guntur setelah Rayhan. Kemudian mereka bertiga masuk dan duduk di kursi tamu. "Berangkat jam berapa tadi?" Guntur bertanya pada Rayhan. "Jam lima, Om. Tapi tadi sempat mampir makan. Jadi sampai di sini agak malam. Maaf sekali lagi, Om." "Tidak apa-apa. Saya percaya sama kamu," kata Guntur sambil menepuk pundak Rayhan. "Putri permisi ke kamar sebentar, Yah." Tidak lama setelah Putri berlalu, Isa datang dengan membawa dua cangkir kopi. "Rayhan suka kopi, kan?" tanya Isa. "Iya, Tante. Terima kasih." Rayhan mengambil cangkir kopi dan menyesapnya. "Saya juga penggemar kopi. Besok-b