“Oma senang kamu datang,” Oma mengusap lembut wajah Erlangga. “Terimakasih untuk kadonya, Oma sangat suka. Tapi, lain kali jangan belikan Oma hadiah yang mahal. Berikan hadiah mahal itu untuk istrimu.” Oma memegangi tangan Erlangga dimana lelaki itu langsung menoleh ke arah Kirana, yang juga tengah berdiri tak jauh dari tempatnya berada. “Kado?” Erlangga balik bertanya. “Iya, kado ini. Oma sangat suka sekali, tapi ini terlalu mahal.” Oma mengangkat satu tangannya, dimana terdapat cincin yang melingkar manis di jari tengah. Cincin bertahtakan berlian, yang sangat cantik. Kedua mata Erlangga terbuka lebar saat menatap ke arah tangan Oma. “Oma lebih suka kamu datang, dan kita merayakan ulang tahun bersama.” Tatapan lembut dan penuh kasih itu terpancar di kedua bola mata Oma. “Mungkin ul

