Hening diantara Altar dan Karin, Altar melihat Karin yang duduk di sofa dengan hanya memegangi botol yang sisinya sudah di teguk oleh Kari barusan. Altar menghampiri Karin lalu duduk bersimpuh dengan posisi seperti orang yang akan melamar wanita, Altar memegang tangan Karin sambil menatap wajah kekasihnya ini. “Kamu masih mau nunggu aku kan? Aku janji gak akan lama” ucap Altar dengan suara memohon tapi Karin tidak mengiyakan jawaban Altar. “Karin, jangan lakukan hal yang semalam lagi pada pria lain karena aku tidak menjamin apa yang akan mereka lakukan jika kamu senekat itu”, Altar menyentuh wajah Karin, “Kamu cantik, kamu juga memiliki hal yang sangat-sangat aku sukai, aku tertarik padamu, sangat, tapi aku jauh lebih menghargaimu sebagai wanita, kehormatanmu adalah segalanya yang harus

