“Kamu gak lagi bercanda kan?” ujar Hany. “Apa aku keliatan kayak orang bercanda? Bagaimana bisa di bilang bahan candaan kalau aku sampai berani memberikan harta paling berharga yang aku miliki untuk Altar, kalau Altar gak mau berjuang demi aku artinya aku gak punya pilihan buat nerima Rain yang bakalan jadi suami aku kan?” Hany diam untuk sesaat, “Emang kamu mau mengorbankan perasaanmu yang udah sebesar ini sama Altar demi pria lain?” Hany berkata dengan nada jauh lebih rendah dari sebelumnya agar Karin bisa berpikir tindakan seperti apa yang harus di ambil nanti. “Aku pikir jaman sekarang perempuan gak perawan sebelum menikah udah biasa” “Karin kamu gak bisa samain kamu dengan orang lain, kamu istimewa, orang yang sayang sama kamu banyak, kalau kamu jadi kayak gini apa gak salah?” “A

