"Dia membangun ini sebagai tempat perlindungan terakhir," jawab Marco. "Atau sebagai sangkar, tergantung bagaimana Anda melihatnya. Di sini, tidak ada sinyal ponsel, tidak ada internet, dan satu-satunya jalan keluar dijaga oleh tim saya. Anda aman dari Nadia Rahma, tapi Anda adalah milik tempat ini sekarang." Malam pertama di rumah itu adalah siksaan psikologis bagi Aurora. Di dalam kamar utama yang luas, terdapat sebuah layar televisi besar yang terpasang di dinding. Tiba-tiba, layar itu menyala secara otomatis. Bukan siaran berita yang muncul, melainkan sebuah video rekaman CCTV. Aurora terpekik dan menutup mulutnya. Di layar itu, ia melihat Julian. Julian sedang duduk di sebuah koridor rumah sakit di Berlin, kepalanya dibalut perban, tampak hancur dan putus asa. Seorang polisi terliha

