Bab 25

980 Kata

Bab 25. Permaisuri di Menara Gading Mobil SUV hitam itu meluncur menembus kegelapan jalan tol Autobahn menuju perbatasan Austria. Di dalamnya, keheningan terasa begitu berat, hanya dipecah oleh suara napas Aditya yang tenang dan teratur. Aurora menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin, menatap bayangan dirinya yang pucat. Ia telah meninggalkan Julian, mengubur identitas "Lara", dan kini kembali menjadi Aurora—namun bukan Aurora yang dipuja di atas panggung, melainkan Aurora yang disekap dalam obsesi darah Wijaya. Aditya meraih tangan Aurora, menjalin jemarinya di antara jemari wanita itu. Sentuhannya hangat, namun bagi Aurora, itu terasa seperti lilitan kawat berduri. "Kau gemetar, Sayang," bisik Aditya tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan. "Jangan takut. Julian sudah am

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN