Bab 27. Keruntuhan Menara Gading Vila itu terguncang hebat. Rudal pertama dari helikopter Nadia menghantam fondasi tebing. Lantai marmer mulai retak, dan kaca-kaca raksasa pecah berkeping-keping, terbawa angin badai Alpen yang masuk ke dalam ruangan. Aditya terlempar ke sudut ruangan saat plafon mulai runtuh. Julian berlari menerjang debu, meraih tangan Aurora. "Ayo!" Julian menarik Aurora menuju balkon yang mulai miring. "TIDAK!" Aditya bangkit, wajahnya dipenuhi luka goresan kaca, matanya memancarkan kegilaan murni. "KAU TIDAK AKAN PERNAH PERGI!" Aditya menerjang ke arah mereka, namun tebing di bawah vila itu menyerah. Tanah longsor terjadi. Sayap bangunan tempat mereka berdiri mulai merosot ke bawah, menuju danau Hallstatt yang membeku ribuan kaki di bawah sana. Aurora melihat Adi

