Bab 29: Panggung Kaca di Ruang Sidang Suasana sidang riuh. Hakim mengetukkan palu berulang kali. "Cukup!" teriah pengacara itu. "Lalu bagaimana dengan petualangan Anda di Eropa? Kami memiliki informasi bahwa Anda menjalin hubungan dengan putra Raden Wijaya, Aditya Wijaya. Anda terlihat berduaan di sebuah vila mewah di Austria sebelum bangunan itu diledakkan secara sengaja untuk menghilangkan bukti. Bukankah Anda sedang bermain di dua kaki?" Aurora merasakan hatinya berdenyut. Ia bisa melihat Nadia di kursi terdakwa menyunggingkan senyum kemenangan yang tipis. Mereka mencoba menyeretnya kembali ke dalam lumpur "wanita simpanan" agar kesaksiannya dianggap sebagai dendam asmara. "Aditya Wijaya adalah monster yang tercipta dari kegelapan yang dibangun Nadia dan Raden," jawab Aurora dengan

