Bab 14: Debu di Atas Mahkota Jakarta tidak pernah benar-benar tidur, namun bagi Aurora, kota ini terasa seperti pemakaman yang sangat bising. Malam setelah pembacaan vonis, ia tidak kembali ke hotel mewah atau apartemen bertingkat. Ia berada di sebuah safe house milik lembaga perlindungan saksi, sebuah rumah tak mencolok di sudut Jakarta Selatan yang dikelilingi pagar tinggi dan pohon kamboja yang rimbun. Di ruang tengah yang remang, Aurora duduk di sofa kain yang sudah mulai menipis busanya. Di depannya, sebuah koper tua berisi pakaian yang ia bawa dari Swiss menjadi satu-satunya harta miliknya yang tersisa. Sesuai putusan hakim, seluruh asetnya—penthouse Senopati, mobil mewah, hingga perhiasan yang pernah melingkar di lehernya—telah disita negara. Ia kini secara teknis adalah seorang t

