Ayah Mertua Curiga

1058 Kata

Disinilah mereka berdua. Berada di taman belakang sambil disuguhi teh hangat tapi suasana di antara mereka sama sekali tak bersahabat. Mahendra menatap sinis ke arah Gail yang lebih memperhatikan sekeliling. "Taman di rumah ini sangatlah indah," komentar pria itu jujur. "Mau apa kau ke sini?" Mahendra bertanya dengan nada datar. Sebisa mungkin dia mencoba untuk tidak meluapkan emosi meski di dalam hati mulai panas. Gail memberikan senyum tipis. "Bukankah saya sudah menjelaskannya pada anda? Saya temannya Lizzy, kami bertemu di sebuah acara. Waktu itu kami bertemu dan dia memberikan tupperware ini karena waktu itu Lizzy ingin aku menilai makanannya." Pria itu sudah jelas berbohong. Gail langsung tahu tatapan Mahendra, mencurigainya sebagai seorang penghalang. "Aku tak percaya kalau kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN