Rini berada dalam sekapan Tante Ajeng, sesuai perjanjian ia akan meyerahkan Ajeng pada Asisten Rubi dan kesepakatan mereka selesai, karena Rini tidak akan pernah kembali lagi ke rumah. Rini keluar dari dalam mobil dengan mata di tutup kain. Ia berjalan dengan di gandeng oleh seseorang. Ia di dudukkan di sebuah kursi dengan badan terikat lalu di tinggalkan. Hening, tidak ada suara apapun. Rini menutup mata di balik penutup mata, mencoba menguasai ketakutannya. “Mas Devan ...,”Gumam Rini memanggil nama Devan bukan memanggil Ayahnya lagi seperti biasa saat rasa takut di dalam kegelapan mulai menghantuinya. Hanya beberapa saat setelah itu tiba-tiba, ia kembali di bawa pergi entah kemana. Mereka membuka penutup mata Rini. Tampak Tante Ajeng masih duduk di samping Rini dengan senyum sinisn

