Tidak terasa, saat semua selesai, matahari sudah tenggelam. "Mbak, mau makan malam di mana?" Fian mengeraskan suaranya. Maklum saja, mereka sedang berada diatas motor. Jika tidak berteriak, suaranya akan hilang dibawa angin. "Terserah saja!" Sarah menjawab tidak kalah kencang. "Warung soto, mau?" Sarah sontak membayangkan makanan berkuah kuning yang hangat. Sepertinya cocok mengingat udara malam yang dingin. Apalagi, dia tidak mengenakan jaket. "Oke!" Ternyata warung yang dituju Fian berada tidak jauh dari jembatan Barelang, jembatan yang cukup terkenal di sana. Saat turun dari motor, Sarah terpana melihatnya. Matanya tidak berkedip. Jembatan itu cukup panjang dan kokoh, dipenuhi dengan lampu-lampu yang indah. Dengan cahaya bulan, jembatan itu terpantul di atas air seperti lukisan