“A-apa? Bayi ... apa?” tanya Alaric terbata. Luna yang tadinya sempat berubah agak marah, mendengar pertanyaan tak penting itu langsung menyahut. “Ya bayi manusialah! Masa bayi gorila!” jawab Luna ketus. “Mak ... maksud gue, itu ... bayi ... lo hamil? Anak ... kita?” Alaric tergagap. “Ya iyalah anak kita! Kamu pikir aku dapat bayi metik dari pohon?” Entahlah, emosi Luna naik turun tak terduga. Maafkan Ibu, ya Kak. Ibu lagi kesal banget sama Ayah. Sekali lagi Alaric terperanjat. Ia mendekat dan memegang kedua lengan Luna. Dia menatap wajah Luna dengan serius. “Lun, ini beneran? Lo hamil? Gue sebentar lagi jadi ayah?” Alaric masih tak memercayai apa yang baru saja dia dengar. Tetapi rona bahagia tergambar jelas di wajahnya. Luna hamil! Sebentar lagi dia akan jadi ayah! Ya Tuhan, ini be

