BAB 76

1267 Kata

Luna menatap wajah mungil yang sedang berada dalam dekapannya. Air matanya meluncur begitu saja membasahi pipi. Bukan air mata duka, air mata yang diteteskannya kali ini adalah air mata bahagia. Luna tersenyum penuh haru. Sulit rasanya untuk percaya bahwa kini dirinya telah menjadi seorang ibu. “Maafkan Ibu, Kak. Gara-gara Ibu, Kakak jadi lahir lebih cepat.” Kamari melenguh pelan mendengar suara ibunya, membuat Luna tersenyum bahagia. Ia memang sengaja meminta ditinggalkan berdua saja bersama bayi mungilnya. Ia ingin memiliki quality time bersama si cantik yang baru beberapa hari lalu dilahirkannya. Hanya dirinya dan Kamari, tidak ada yang lain. Papanya sudah kembali bekerja, sementara mamanya sedang berada di luar kamar. Sedangkan Alaric, menurut mamanya, lelaki itu sedang pulang untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN