BAB 47

1276 Kata

“Kamu bilang apa barusan? Kamu nggak lagi bercanda, kan?” tanya Luna sambil meremas ujung gaun selutut warna biru yang ia kenakan. Matanya berkaca-kaca. Napasnya terengah-engah. Jantungnya serasa hampir melompat keluar dari d**a. “Aku berkata yang sebenarnya. Untuk apa aku bohong?” jawab Natha. Luna membelalakkan mata sambil menutup bibir karena terkejut. Tak lama kemudian, ia menghambur dan memeluk Natha. d**a Luna membuncah dipenuhi berjuta perasaan bahagia. Natha membalas pelukan Luna dengan erat. “Aku nggak percaya. Aku benar-benar nggak nyangka.” “Kamu bahagia?” Luna melepas pelukan dan menatap Natha dengan air mata yang mulai mengalir. “ Of course I'm happy. Very happy. I'm going to be a mommy,” ucap Luna. Sinar bahagia tergambar jelas di wajah Luna. Ia sungguh bahagia dan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN