Alaric melirik ke arah Luna yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Ia tersenyum melihat wajah istrinya yang akhir-akhir ini tampak semakin ayu semenjak mengandung buah hati mereka, Kamari Laveandra. Sang cahaya cinta yang sinarnya paling indah dalam kehidupan mereka berdua. Kadang Alaric masih tidak bisa percaya bahwa tidak lama lagi dirinya akan menjadi seorang ayah. Mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua adalah hal yang sangat menyenangkan tentu saja. Memenuhi segala keinginan Luna yang semakin manja selama menjalani masa kehamilan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Alaric. Selain bisa membuat hati istrinya gembira, itu juga membuat Alaric merasa mendapatkan kesempatan untuk menebus segala kesalahan yang dulu pernah ia lakukan. Memang, Luna yang sering kali banyak mau kadang me

