Alaric dan Natha sama-sama melihat hasil foto yang ada di kamera masing-masing. Hari ini sedang ada pagelaran musik yang dibuka untuk umum yang diadakan oleh grup perusahaan mereka. Setelah berkeliling mengambil dokumentasi, Alaric dan Natha beristirahat sejenak di salah satu meja di stan makanan yang tersedia sambil menikmati minuman dingin. Tiba-tiba mata Natha menangkap sosok yang sudah sangat ia kenal sedang duduk hanya berjarak dua meja dari meja yang ditempatinya. “Ssssttt ... nih lihat di sana ada siapa,” Natha menyenggol Alaric. Alaric mengangkat wajah dan matanya langsung membulat melihat siapa yang dimaksud Natha. “Luna,” gumam Alaric. “Tapi kok sama cowok?” Luna memang sedang tampak duduk bersama seorang pria sambil tertawa-tawa. Mereka bahkan mengenakan kaos polo dengan war

