“Apa?” tanya Luna. Sesaat wajah Alaric memang terlihat mengganggu Luna. Padahal Luna sedang menerima telepon dari mamanya. “Udah selesai teleponnya?” tanya Alaric yang duduk di sofa di depan TV. “Tadi udahan gara-gara kamu panggil-panggil melulu. Ada apa sih?” “Mana kaki lo, sini gue pijat.” Luna bengong. Nggak salah, Mas? Semalam mengomel, sekarang menawarkan pijat? “Sini duduk depan, gue pijatin kaki lo. Mumpung gue lagi baik nih.” “Nggak mau ah, udah nggak capek.” Luna lalu kembali ke kamarnya dan menutup pintu, membiarkan Alaric yang bengong. Sial, gue dikacangin! Baru saja Luna akan kembali menghubungi mamanya, terdengar suara Alaric mengetuk pintu kamar. “Apa?” “Gue mau tidur di kamar lo,” kata Alaric langsung masuk. Ia membawa sesuatu. “Oh iya, ini buat lo. Lo pakai ya, ud

