Satu jam sudah Alaric bersama Sellina. Kini mereka melihat-lihat bangunan yang akan dijadikan restoran. Bangunan itu relatif luas, bergaya modern, dan elegan. Memandu Alaric berkeliling, Sellina menuturkan rencana yang sudah ia gagas. Akan tetapi, entah karena sudah dimakan kerja atau apa, Alaric kesulitan fokus. Pikirannya terpecah. Sungguh, berdekatan dengan Sellina mau tidak mau ia terseret kembali ke pusaran kenangan masa lalu. Setelah sekitar tiga tahun tidak bertemu, Sellina sama sekali tidak berubah. Ia tetap cantik, tetap anggun, tetap memikat, dan mata Alaric tetap sulit untuk berkedip kalau sedang memperhatikan Sellina. Alaric menghela napas. Jika bukan karena janji yang terlanjur ia ucapkan, ia tidak akan mau membantu Sellina. Sewaktu ia menceritakan hal itu kepada Natha, Nath

