“Aku sudah siap kasih keterangan ke polisi, Mas.” Kalimat itu menghentikan aktivitas Gentala yang sedang menyiapkan sarapan untuk istrinya. Sejak bangun tidur, wanita itu tidak banyak bicara. Maka saat istrinya melontarkan kalimat tak terduga, ia cukup kaget sekaligus lega. “Kamu yakin?” tanya Gentala sambil membawa nampan untuk teletakkan di meja ranjang. Tangannya mulai bergerak, memberikan satu suap makanan untuk istrinya. “Aku nggak mau kamu merasa terpaksa karena aku nggak bisa tahu apa yang kamu rasakan saat ini.” “Aku yakin. Sebelum nanti aku benar-benar menghapus memori mengerikan ini,” jawabnya sambil mengunyah pelan. Gentala terdiam dengan dadanya yang terasa nyeri mendengar semua itu. Dari sorot mata istrinya, ia bisa membayangkan kepahitan apa yang dirasakan. Kejadian itu m