60. ISTRI YANG SEMPURNA

1624 Kata

“Halo Mas, aku baru selesai. Sudah di mobil ni, lagi siap-siap mau pulang.” “Perlu aku jemput?” Denallie menggeleng sambil tersenyum. “Enggak usah. Sudah bawa mobil, jadi kamu tunggu di rumah saja.” “Baiklah. Hati-hati di jalan, kalau ada yang aneh, segera telpon aku.” “Iya Mas. Sampai jumpa di apart, ya,” ucapnya. “Iya Sayang. I love you.” “I love you too.” Denallie memasukkan kembali ponsel di dalam tasnya. Ia sudah berada di mobil untuk pulang. Rekan kerjanya yang lain sudah pulang lebih dulu karena Denallie sempat lama di toilet. Meski lelah, ia belum tahu kapan akan mengakhiri pekerjaan ini. Selama Gentala belum mengajukan protes, maka ia akan terus melakukan pekerjaan sebagai penyanyi kafe. Jika ada yang tanya kenapa tidak mencoba untuk masuk dapur rekaman. Denallie sudah sen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN