Part 20. Berdua

1788 Kata

"Tidak boleh! Enak aja!" Sebuah suara yang tajam, berwibawa dan tidak menerima bantahan terdengar tepat di belakang Marco dan bu Ruri yang hendak membuka pintu kamar Raras. Marco yang sedikit tercekik karena kerah kemejanya ditarik, terhuyung mundur. Di belakangnya, berdiri sosok wanita anggun dengan seragam dokter warna navy, wajah bule sangat cantik dan kakinya mengetuk lantai. Marco meringis melihat mamanya, yang entah kapan tiba-tiba sudah ada di situ. Louisa Vescari. Direktur Utama RS Mazaya itu menatap putranya dengan kilatan mata yang bahkan bisa membekukan lahar gunung berapi. Tangan kanannya masih mencengkeram kerah baju Marco seolah sedang menjinjing anak kucing nakal yang baru kecebur selokan dan harus segera dibersihkan. Louisa menoleh pada Bu Ruri, senyumnya tipis, sopan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN