Parkiran RS Mazaya, Sore Hari Jelang Jam Sembilan Malam Raras berdiri di samping pilar beton, mengetuk-ngetukkan ujung sepatu flat-nya ke aspal. Sesekali ia melirik jam tangan, lalu merapikan anak rambutnya. Bukan, dia tidak sedang menunggu taksi online malam ini walau hari gerimis. Saat ini dia sedang menunggu pemilik SUV hitam yang biasanya sudah standby di sana, tapi hari ini terlambat sepuluh menit menjemputnya. Lima menit kemudian, sebuah SUV hitam mewah melaju pelan mendekat ke arahnya lalu berhenti tepat di depan Raras. Kaca jendela turun. Wajah Marco muncul, sedikit panik dan berkeringat. "Maaf, Ras! Tadi ada emergency. Kamu nunggu lama ya?” Marco memberondong pertanyaan, tangannya sudah siap meraih ponsel. Raras tidak menjawab. Dia malah berjalan memutari mobil, membuka pintu

