Part 26. Aku Ikhlas

1896 Kata

Sampai di rumah, setelah mandi Raras segera ke gudang dan mencari kontainer yang berisi barang-barang peninggalan Rangga. Kotak plastik kontainer itu dia letakkan di tengah karpet kamar. Tutupnya sudah berdebu, saksi bisu benda itu telah diabaikan selama berbulan-bulan di gudang belakang olehnya. Raras duduk bersimpuh di depannya. Handuk masih menggulung rambutnya yang basah kena hujan tadi, tubuhnya masih dibalut sisa kehangatan jaket Marco yang kini tersampir di kursi belajar walau dia sudah mandi. Dengan tangan yang gemetar, Raras membuka klip pengunci kotak itu dan membuka tutupnya. Aroma apek langsung menyeruak keluar, campuran aroma debu Aleppo, mesiu dan aroma keringat Rangga yang khas. Raras menahan napas, matanya seketika memanas. Di dalam kotak itu, tergeletak sebuah ransel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN