Tawa Lita dan Cici terhenti bersamaan, ketika melihat sebuah mobil SUV hitam berhenti tepat di depan pagar. Seorang pria paruh baya keluar lebih dulu, kemudian disusul oleh wanita dengan usia yang sama. Lita masih bergeming di teras, sampai kedua orang tersebut berjalan melewati pagar rumahnya yang terbuka setengah. “Maaf, cari siapa, ya, Pak?” tanya Lita segera beranjak menghampiri kedua orang tersebut. Baik pria dan wanita yang ditanya oleh Lita belum ada yang menjawab. Tatapan mereka justru beralih pada sosok Tirta, yang sedang berdiri sambil memegang bingkai pintu. Lita mendadak curiga. Merasa harus waspada, karena baru menyadari pria di hadapannya saat ini tampak mirip dengan seseorang. “Ci, tolong bawa anak-anak ke kamarku,” pinta Lita melihat Cici sambil mengangguk kecil. Membe

