Sebelum membuka pintu kamar inap Fathiya, Reno mengacak-acak rambutnya terlebih dahulu. Menarik sedikit kemejanya dari dalam celana, agar terlihat tidak simetris dan agak berantakan. Setelahnya, Reno memasang wajah lelah lalu membuka pintu kamar Fathiya dan masuk ke dalam. Reno menyapa sang mama lebih dulu dan Lydia setelahnya, sambil terus berjalan lesu menuju sofa. “Kamu boleh pulang, Lyd,” ujar Reno sambil menghempas tubuhnya di sofa dengan menggeram. Meskipun hatinya sedang berbunga-bunga, tetapi Reno tidak boleh menunjukkannya di depan Fathiya. “Makasih buat hari ini.” “Sama-sama, Pak.” Setelah menjawab Reno, Lydia membereskan barang-barangnya lalu berpamitan pada Fathiya. “Macam penat betul?” Fathiya mencibir. Padahal, Reno tidak pergi sampai satu hari full, tetapi wajahnya suda

