Nada tak bisa mundur ketika dia memutuskan untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada sang suami malam itu. Keputusannya bisa dibilang terlalu berani karena pada akhirnya sekujur tubuhnya dibuat remuk redam sebagai bayaran karena telah membuat Gibran cemburu. Tak ada paksakan, atau sentuhan kasar, jika pun Nada menjerit, pastilah itu karena siksaan kenikmatan yang diberikan Gibran padanya. Pria itu memang sempat marah karena terbakar cemburu, tapi setiap gerakan dan sentuhannya dilakukan dengan sangat hati-hati hingga Nada menikmati penyatuan mereka malam ini. "Terima kasih, Sayang." Nada mulai terbiasa mendengar kalimat itu di akhir kegiatan panasnya bersama Gibran, disusul dengan kecupan hangat begitu mendalam di kening. Keduanya masih dalam keadaan polos dan hanya tertutup selimut sam