Satu kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan kamar Aldiansyah Umar saat ini yaitu gelap. Bunyi alaram kemudian terdengar, mengakibatkan manusia yang tertidur pulas itu mulai bergerak-gerak gelisah. Umar meraba-raba permukaan ranjangnya untuk menemukan ponselnya yang memekakkan telinga. Hanya getarnya saja yang bisa ia rasakan. Kalau layar benda itu menghadap ke atas sudah pasti ia akan lebih mudah untuk menemukannya. Dapat, gumam Umar membatin. Namun begitu membalikkan ponselnya, refleks dia langsung memejamkan mata dikarenakan layar yang begitu terang. Wallpaper poselnya yang terang benderang itu, yang bertuliskan suruh Amira tes membuatnya tidak bisa melanjutkan tidurnya begitu saja. “Sialan banget, ‘kan.. yang hamilin dia bukan gue tapi tesnya ditemenin gue dong,” ucapnya denga

