“Amira..” panggil Ucup lirih pada putrinya. Amira menghentikan langkahnya kemudian menyentak kasar koper yang ditahan oleh Ayah. “Ayo, Kev!” “Amira, kamu ga bisa kemana-mana sama Kevin karena kamu istrinya Ammar.” Lagi, Ucup berusaha menghentikan putrinya. “Buktinya aku bisa, Yah.. sama kaya Divya yang ga diapa-apain tapi tetap dapat tanggung jawabnya Ammar.” “Tapi kamu cinta sama suamimu itu, ‘kan? Kamu sendiri yang minta dinikahkan sama dia. Masalah Divya juga ga langsung punya hubungan sama kamu.” Ucup berusaha mati-matian untuk menahan Amira, menyadarkan putrinya bahwa yang sudah terjadi itu bisa diperbaiki. Apa yang telah rusak tidak serta-merta harus ditinggalkan atau dibuang. Memang benar yang lebih dulu beraksi itu adalah Divya. Dan ya, menikah atau tidaknya Divya dengan Uma

