13.2

1502 Kata

Rehan menarik kerah kemeja Ammar. Dengan kedua rahang yang dikatupkan, ia mengatakan pada pria itu bahwa Amira tidak ada di sana. Setiap hari selama beberapa minggu belakangan Ammar akan datang ke apartemen mereka kemudian mengamuk sambil memanggil nama istrinya itu. Kelakuan Ammar bisa membuat istrinya yang hamil jadi stres. “Tapi lo tau dimana dia, ‘kan? Mustahil lo ga tau apa-apa.” Ammar ngotot, dia tidak akan pulang sebelum mendapatkan informasi dari Rehan atau sebelum security menyeretnya keluar. Dan benar saja, tidak lama kemudian Ammar merasa tubuhnya sudah diseret paksa oleh pria-pria tambun dengan muka sangar itu. Setelah Ammar pergi, Rehan menyeret kakinya masuk dengan gerakan super lemah. “Sudah ada yang bisa dihubungi, Yang?” tanya Rehan pada istrinya. Setiap hari Rehan dan E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN