Tepat ketika sambungan video call dengan Ammar berakhir, Rehan kembali mendapatkan kunjungan video call dari Umar. Sama seperti Amira, Umar juga senang sekali melakukan panggilan video hanya untuk melihat Gavin. “Gapiiiinn,” sapa Umar dari seberang sana yang langsung membuat Rehan mengubah ekspresi wajahnya. Sudah indah-indah bayinya diberi nama tapi masih saja dipanggil salah-salah. “Lo ga ada niat buat bikin anak juga?” tanya Rehan, sebelum sempat sahabatnya itu menyahut Rehan kembali bicara, “Biar lo ga nyita waktu gue sehaian. Masa setiap harinya gue harus megangin ponsel biar lo sama Amira bisa liat anak gue? Kalo Amira mah oke, dia calon besan gue, lah elo? Duda. Mana bisa kita besanan. Anak lo aja ga ada.” “Udah gue duga, lo sama Amira memang paling bisa diprediksi. Tapi gue ya

