extra

2868 Kata

“Jauh amat anaknya Abang lahir,” ucap Abi yang sedang menyetir. Sudah satu setengah jam sejak mereka meninggalkan Vienna. Setiba di Vienna mereka langsung dijemput oleh orangnya Kakek tapi Abi yang dari kecil sudah terkenal dengan tidak bisa duduk diam,  meminta pria itu untuk membiarkannya menyetir. Jika ia duduk diam selama tiga setengah jam, Abi akan merasa seperti orang yang sakit keras. Dan rasanya tidak nyaman sama sekali. Entah kenapa dengan duduk diam seperti yang sering Abangnya lakukan, Abi merasa ia kesulitan menghirup oksigen. Seperti oksigen itu sendiri menghindarinya. “Suka-suka cucu Mama lah!” Abi melirik pada sang Mama melalui spion depan. Mencibir pada beliau yang sudah tidak sabar untuk bertemu putra kesayanga, menantu kesayangan dan tidak lupa cucu kesayangan. “Roman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN