double extra

2843 Kata

Setelah bicara pada Ayah hari itu Amira memang langsung menghubungi Umar. Menelfon sahabat baiknya dan meminta maaf karena selama ini Amira dengan sadar memilih untuk menutup mata pada kepedihan yang juga Umar rasakan. Untuk tindakannya itu Amira punya alasan. Perceraian di Indonesia dan atau perceraian dimana pun itu tetap akan memberikan kesan buruk bagi pihak perempuan, bukan? Dengan beban yang diemban Divya sekarang Amira memilih untuk memberikan perhatiannya pada Divya saja. Toh yang paling menginginkan perceraian di antara Umar dan Divya adalah Umar sendiri, jadi Amira pikir Umar lah yang paling tegar. Dan ya, Amira tau ia salah. Umar seharusnya memang yang menjadi pihak paling tegar. Setidaknya lebih tegar dari Divya. Hanya jika orang terdekatnya tetap memberikan dukungan. Ternyat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN