12

3983 Kata

Nyaris dua jam berlalu dan posisi mereka masih seperti semula. Ammar beruntung ponselnya bisa ia jangkau dengan tangan sehingga ia tidak kesusahan untuk menyalakan TV dan mematikan lampu. Lebih beruntung lagi karena Amira meninggalkan semua barang-barangnya di dalam mobil. Kalau tidak, Ammar tidak yakin Amira akan tidur sepulas ini. Jika tadi Ammar menjadikan tangannya sendiri sebagai bantal, kini ia menggunakan bantal sofa berwarna kuning. Dan selama itu pula ia menonton pertandingan bola Umar beberapa bulan yang lalu yang belum sempat ia tonton. Suasana malam ini di apartemen ini begitu menyenangkan. Dengan sofa, lampu yang dimatikan, layar TV yang berkedip-kedip dan tentu saja yang paling penting keberadaan Amira yang tidur beralaskan tubuhnya. Ammar kira ia hanya akan menyukai apartem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN