Pagi menyambut di apartemen kecil Luna, tetapi kehangatan yang ditinggalkan oleh malam yang liar itu terasa jauh lebih intens daripada sinar matahari yang menyusup masuk. Mereka berdua berbaring di tempat tidur Luna, tempat yang seharusnya menjadi zona aman Luna, kini menjadi saksi bisu penaklukan dan penyerahan diri. Hayes memeluk Luna erat. Keintiman mereka tadi malam adalah sebuah penghancuran dan pembangunan kembali. Hayes menghancurkan janji putusnya dan membangun kembali kendali mutlaknya atas Luna. Luna, yang kembali menyerahkan diri, kini terasa hampa namun ironisnya, juga damai. Luna mencium d**a Hayes yang telanjang. "Kamu bilang kamu tidak akan kembali," bisik Luna, suaranya serak karena emosi dan gairah. Itu bukan tuduhan, melainkan pengakuan bahwa ia telah menang. Ha

