"Berakhir?" Luna terdengar bingung, terluka. "Tapi, kenapa? Kita sudah sejauh ini, Hayes. Semuanya baik-baik saja." "Tidak ada yang baik-baik saja," bentak Hayes, nada frustrasinya muncul. "Ini salah, Luna. Sejak awal. Axel ... dia sahabatmu. Ini adalah kesalahan fatal yang tidak boleh terjadi. Aku tidak seharusnya melangkah sejauh ini. Aku minta maaf." Luna merasakan gelombang rasa sakit fisik. "Aku tidak peduli dengan Axel! Aku memilih kamu!" teriak Luna di telepon, suaranya pecah. Tangisan Luna menembus benteng pertahanan Hayes. "Luna, dengarkan aku," ujar Hayes, berusaha keras agar suaranya tidak bergetar. "Aku akan membayarmu, apa pun yang kamu mau. Aku akan memberimu beasiswa penuh, menyelesaikan skripsimu. Tapi kita harus mengakhiri ini. Aku tidak bisa melanjutkan sesuatu y

