Sania melihat pada Leona dan suaminya si k*****t Evan. Sania yang mau membeli kue di toko kue langganan ibu mertuanya. Malah Sania bertemu dua orang yang sedahg menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Mata Sania melihat perut Leona yang sudah membesar, sebentar lagi perut itu akan meledak lalu lahirlah anak yang hadir sebelum pernikahan. “Kau sudah hamil? Pasti kau tidak bisa hamil. Wanita sepertimu mana bisa hamil.” Ucapan kejam dari mulut Leona, menghina Sania yang tidak bisa hamil. Disenyumi oleh Sania. Sania membayar kue yang diambil olehnya dan juga yang dipesan oleh ibu mertuanya. Memang Sania ke sini disuruh oleh ibu mertuanya, untuk mengambil kue dan Sania tertarik membeli kue yang lain. Nasib buruk Sania bertemu dengan Leon dan Evan. Dua orang yang sangat dihindari oleh Sania