Anjani terbangun kala alarm ponselnya berdering. Sengaja dia menyetel alarm, takut kesiangan apa lagi sekarang dia lagi nginep di rumah mertua. Sebisa mungkin harus bangun pagi, agar memberikan kesan baik. Masih terasa mimpi bagi Anjani, kala membuka mata sudah ada Reza di sampingnya. Dengan tangan yang melingkar dengan sempurna pada perutnya. Nggak terlalu kaget, sih kenapa ada laki-laki di atas kasurnya. Karena ini bukan hal yang pertama untuk Anjani, pun dengan Reza. Sekali lagi Anjani bersyukur, karena dia memilih Reza untuk dijadikan sebagai pendamping hidupnya. Kenapa berbicara begitu? Jujur saja, Anjani sempat goyah karena cerita yang disampaikan oleh Reva. Terlihat jelas di wajah lelaki itu kalau dia tidak berbohong. Goyah, pikiran untuk kembali pada Reva sempat terlintas dal