Anjani sedang duduk di pelaminan bersama dengan Reza. Tamu undangan datang silih berganti, menyalami dan memberi selamat pada dua insan yang sekarang tengah menjadi raja dan ratu dalam sehari. Senyuman terus terukir di wajah mereka berdua. Rona kebahagiaan terlihat jelas di wajah keduanya, karena sekarang mereka sudah dipersatukan dalam ikatan yang suci. "Cape?" bisik Reza karena beberapa kali istrinya menghentakkan kakinya ke lantai. "Lumayan," sahut Anjani sambil tersenyum. "Dari pagi lho kita kayak gini terus," imbuh Anjani sambil tersenyum. Keduanya memutuskan untuk menikah, saat hati keduanya sudah mantap. Keduanya menunda pernikahan hampir satu tahun sejak lamaran yang Reza lakukan. Butuh waktu yang cukup lama bagi mereka untuk bisa sampai pada tahap ini. Dan bukan hal yang