Sarah mendorong stroller kecil berwarna putih itu ke arah halaman belakang rumah yang cukup luas dan dipenuhi tanaman hias kesukaan Mama Raisa. Cuaca pagi cukup hangat, matahari menyentuh lembut kulit, membuat Sarah menghela napas lega. Putranya, Alvano, yang baru berumur dua minggu lebih, tampak tenang di dalam stroller dengan selimut biru muda menutupi tubuhnya. Matanya yang bulat menatap ke langit sambil sesekali mengedip perlahan. Sarah duduk di bangku kayu dengan bantal kecil di bawah punggungnya, lalu menyuap camilan ke mulutnya pelan. “Alvano, kamu tahu nggak? Mama senang banget bisa berjemur sama kamu,” gumam Sarah lembut. “Setelah semua yang Mama lalui, melihat kamu tenang begini rasanya dunia ikut tenang.” Tiba-tiba suara teriakan memecah keheningan pagi. “Alvanooo! Cucu Nenek