Modus

871 Kata

“Tadi Isvara meronta-ronta padahal demamnya sangat tinggi, eh … datang maminya langsung jadi anak pintar,” cerita perawat seraya mengecek infusan. “Isvara sayang banget sama maminya ya?” Perawat yang satu mengajak Isvara berkomunikasi. Kepala Isvara yang berada di pundak Aruna, mengangguk pelan. “Anak pinter,” kata perawat itu lagi. “Obatnya sudah kami masukan ke dalam infusan, jadi tunggu beberapa saat untuk efek obatnya bekerja menurunkan panas … tapi kalau dalam satu jam enggak turun segera panggil kami ya.” Sang perawat berpesan. “Baik, Sus.” Adrian menanggapi sementara Aruna hanya menganggukan kepala. “Kami tinggal ya, Pak … Bu ….” “Terimakasih suster.” Aruna dan Adrian kompak berucap. Dua perawat itu pun pergi. Aruna membenarkan letak bantal lalu merebahkan Isvara di sana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN