Pagi sekali Aruna terjaga karena perawat harus menyuntikkan antibiotik ke selang infus Isvara. Perawat mengatakan mungkin Isvara akan sedikit merasakan sakit karena cairan obat itu terlalu pekat maka Aruna mengusap-ngusap punggung tangan Isvara agar dia tidak terganggu dari tidurnya oleh rasa sakit tersebut. Adrian yang juga ikut terjaga memperhatikan gerak-gerik Aruna begitu telaten merawat Isvara. Dari mana Aruna mempelajari semua itu? Aruna belum pernah memiliki anak namun apa yang dia lakukan seperti sudah terbiasa dan natural, naluriah seorang ibu. “Emmm … sakit.” Isvara merengek. “Enggak sayang, enggak … ssttt ….” Aruna menenangkan Isvara dengan pelukan. “Nurse, apa obat tadi punya efek mengantuk?” Aruna bertanya kepada perawat. Sang perawat yang juga seorang ibu mengerti