“Selamat pagiiii, Isvaaraa … yuk mandi yuk, sebentar lagi dokter visit.” Suara nyaring perawat yang baru saja masuk membuat Isvara terjaga. “Mami ….” Isvara bergumam lalu mengembuskan napas panjang. “Ya sayang.” Aruna mengecup pipi Isvara gemas. Tapi Isvara tidak berkata apapun, mungkin hanya untuk memastikan kalau dia tidak sedang bermimpi. “Apa Ara boleh dilap aja Nurse?” tanya Aruna meminta keringanan. “Oh … boleh donk, ini untuk menampung air hangatnya ya Bu dan ini handuk kecilnya ... ini juga ada baju ganti untuk Isvara.” Ternyata perawat sudah menyiapkan peralatan mandi dan pakaian untuk Isvara. “Makasih Nurse.” Perawat pergi setelah menjawab ‘sama-sama’. “Aku tampung air hangatnya dulu.” Adrian berinisiatif lebih dulu menampung air hangat ke mangkuk besar yang dipi