Kecemburuan Amel pada Ridwan

1050 Kata

Ridwan menatap anting itu, lalu menatap Zee. Untuk sesaat, ketakutan melintas di matanya, seolah ia sedang melihat bayangan Zella di balik topeng Zee. Namun, gairah dan keserakahan segera mengubur rasa takut itu. "Tidak... tidak ada. Hanya kebetulan yang aneh," Ridwan menyerahkan kembali anting itu, namun tangannya gemetar. Zee memasang kembali antingnya, memberikan senyuman paling memikat yang pernah ia miliki, "Dunia ini penuh dengan kebetulan, Ridwan. Bukankah kebetulan juga yang mempertemukan kita malam ini, di saat Anda sedang sangat membutuhkan bantuan?" Ridwan terhipnotis. Ia menenggak wiskinya sampai habis, "Ya. Kebetulan yang sangat beruntung." "Saya akan memikirkan proposal investasi Anda," ucap Zee sambil berdiri, menandakan pertemuan berakhir. "Hubungi saya besok pagi. Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN