Semuanya berkumpul membentuk lingkaran, duduk di masing-masing kursi bernomor sesuai urutan kelahiran. Tidak ada kaum perempuan selain Marine di sana, tidak ada para istri yang ikut campur dalam kasus kali ini. Pendapat mereka sudah di sampaikan pada malam sebelum esok hari tiba dan suaminya terjun ke rumah utama. "Mau kamu gimana, Jae?" Bahkan Bang Samud datang jauh-jauh dari Korea di tengah kesibukan melanda hanya untuk memberantas perkara hati adiknya. Bang Umin kembali ucapkan, "Mau nikahin Anin? Iya? Dengan atau tanpa restu dari kita?" Jae terdiam. "Andai Anin nggak mundur, kamu bakal terus maju sekalipun risiko menjauh dari keluarga, kan?" Lei menambahkan. Telah Jae ceritakan bahwa Anindia memilih berakhir, perempuan yang dicintainya begitu mulia, betapa Jae mengagung-agung

