Hingga tiba di hari ini, seakan tidak mengizinkan dia untuk bernapas, Jae langsung disuguhi perempuan yang Bang Umin kenalkan. Rumah utama sesak. Sama seperti salah satu pemiliknya. Jaelani bahkan harusnya butuh waktu untuk istirahat barang sejenak. Hatinya perlu terlelap. "Raya." Itu namanya. Menjabat tangan Jaelani dengan senyum simpul di wajah mudanya. Yap, terlihat sangat muda. "Umur kamu berapa?" Jae nggak mau basa-basi. Sekadar info, mantan dia 35 tahun. Jadi, kayaknya di periode ini perempuan bau kencur akan sulit untuk dia cintai. Apalagi masih ada nama Anindia di sana. Raya menggumam lama sebelum menjawab, "Dua puluh empat." Nah, kan, anak kemarin sore ... di mata Jaelani. Well, mereka sedang diberikan waktu untuk mengenal oleh para pihak. Jae mengajak Raya bicara

