Mati. Jae harus membunuh perasaannya terhadap Anindia, itu sama saja dengan memaksa dia binasa. Ah, gimana ya ... yang namanya kalau sudah cinta, melepas itu perkara nahas, kan? "Bang Umin kasih kabar di grup, besok kita kumpul katanya, Bang." Itu Marine, bicara dengan sangat hati-hati. Mungkin, agak tidak tega melihat keterpurukan seorang Jaelani. Abang kesayangannya. "Udah tau," jawab Jae. Marine menghela napas pelan. Menatap punggung Bang Jae yang tertelan daun pintu. Sejenak saja, sebelum kemudian abangnya yang itu keluar lagi dan duduk di ruang makan. "Masak apa, Rin?" "Aku gak masak. Biasanya juga kita pesen online, kan?" Sebab saat ada ART yang masak, seringnya tidak dimakan karena Jae dan Marine lebih suka makan di luar. Mereka suka nongki-nongki bareng sekadar untuk ma

